Jumat, 03 Juni 2011

Pentingnya menanamkan kejujuran
kepada anak sejak dini..

Berapa banyak kasus korupsi yang terjadi di Indonesia? Mulai dari kelas teri sampai yang kakap? Indonesia telah mencatat prestasi hebat sebagai negara terkorup ke-4 di Asia. Ini tak bisa dipungkiri, kita tidak bisa menyurukkan wajah ‘bopeng’ kita di kancah internasional. Pantas saja bapak Taufik Ismail berteriak “Malu aku jadi orang Indonesia”.
Fenomena korupsi sebenarnya berakar dari tidak tertanamnya mental kejujuran dan amanah pada para pemimpin maupun pegawai-pegawainyanya. Padahal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sepatutnya kita mencontoh keteladanan yang telah diajarkan Rasulullah Saw untuk berlaku benar ‘shiddiq’ termasuk berperilaku jujur dan amanah dalam mengemban semua tanggung jawab. Untuk itu, penting kiranya menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada anak sejak dini karena merekalah yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini menuju kemakmuran.
            Lalu, bagaimana caranya? Tentu saja dimulai dari keteladanan yang diberikan oleh orangtuanya di dalam keluarga. Sebagaimana yang kita tahu bahwa “Parents are the role model for their children”. Apapun perkataan dan perbuatan orangtua akan ditiru oleh anak-anaknya, baik maupun buruk. Karena mereka bagaikan kertas putih (blank slate) yang siap merekam setiap apa yang mereka lihat dan mereka dengar dari orangtuanya. Orangtuanyalah yang akan menggoreskan tinta di atas kertas putih itu. Apakah nantinya akan tercipta gambar yang indah ataupun sebaliknya. Jadi, orangtua hendaklah bertindak jujur baik dalam setiap ucapan maupun perbuatannya kepada anak-anaknya. Mulailah dari hal-hal yang kecil. Karena hal sekecil apapun akan berbekas di pikiran maupun dalam perasaan anak. Dengan menanamkan bibit kejujuran kepada anak sejak dini insyaallah mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang dipercaya kelak ketika mereka memimpin negeri ini.
Di sini tampak sekali akan pentingnya peran seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi buah hatinya. Untuk itu baik kiranya bagi ibu-ibu maupun calon ibu untuk selalu membenahi dan mempersiapkan diri sebagai suri tauladan yang baik bagi anak-anaknya dengan menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW tidak hanya kejujuran, tetapi juga sifat-sifat lainnya seperti amanah, qanaah, istiqomah, rendah hati, empati, sabar, optimis, tawakal kepada Allah SWT, dll. Tentu kita semua masih ingat dengan sebuah ungkapan yang menyatakan “Baik atau buruknya suatu negara ditentukan oleh wanitanya”. Jika wanitanya baik maka baiklah negara itu dan sebaliknya.
            Mudah-mudahan kita bisa memetik hikmah dari tulisan ini dan menjadikannya sebagai bahan renungan sekaligus mengintrospeksi diri. Semoga bangsa ini bisa terlepas dari jerat korupsi yang telah membudaya/menggurita. Ini memang bukan perkara mudah, akan tetapi bersama-sama kita harus selalu optimis. “If you think you can, InsyaAllah you can!” Apabila Anda yakin Anda bisa, insyaAllah Anda bisa. Semoga Allah SWT meridhoi. Amin ya Robbal Alamin.. ^_^

(Sedikit menuangkan apa yang ada di kepala).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar