Senin, 04 April 2011

Aku dan adikku..


Saat adikku melampiaskan hobi bermain musiknya dengan ‘ngejreng-ngejreng’ gitar di kamarnya dan menyenandungkan lagu-lagu kesayangan,
Akupun berkata “Alangkah indahnya jika suara merdu ini digunakan untuk mengaji..”
Lalu alhamdulillah setiap malam habis shalat magrib insyaAllah dia mengaji, melantunkan ayat-ayat suci Al.Qur’an.

***
Saat bumi berguncang menghentak-hentak,
Lalu rumah berderak-derak, kemudian retak,
Pohon-pohonpun berayun mengikuti irama gempa.

(Bertasbih)
“Allahuakbar.. Allahuakbar..!”
“Laa Ila Ha Ilallah..”
Gempa reda.
Aku bilang “Coba lihat langit, mana tahu ada awan Allah..”
Ditatapnya langit, mencari-cari.
 “Iya, ada..!” seru adikku sambil menunjuk-nunjuk.
“Ambil kamera..” kataku.
Dijemputnya handphone ke dalam rumah.
Benar katanya. Terlihat awan, bergelombang. Lalu tersusun lafaz “ALLAH”. Lalu “Muhammad”. “ALLAH” lebih besar lagi. Berganti “Muhammad”. “ALLAH” lagi yang lebih besar. “Muhammad” lagi. Begitu seterusnya berulang kali.
Sejak kejadian gempa itu Alhamdulillah adikku rajin mengerjakan shalat tepat waktu.

***
Sebelum tidur kuminta adikku untuk membaca “Allah bersamaku, Allah melihatku, dan Allah menyaksikanku” sebanyak 10 kali di dalam hati setelah membaca doa sebelum tidur. Aku gak tau apakah sekarang dia masih membacanya atau tidak, entahlah.
Mudah-mudahan masih.

Bacaan tadi kudapatkan dari salah satu buku Kang Abik berjudul “Ketika Cinta Berbuah Syurga”. Konon ada seorang ulama bernama Imam Shal bin Abdullah Al-Tastari yang semasa kecilnya diajari oleh pamannya yang bernama Muhammad bin Sanwar kalimat-kalimat pengusir maksiat. Kalimat itu berbunyi “ allahu ma’i… Allahumma naadhiri.. allhumma syahidi..” (Allah Bersamaku, Allah Melihatku, Allah menyaksikanku..”. Pamannya menyuruh beliau melafazkan kalimat-kalimat ini saat berganti pakaian dan ketika hendak tidur sebanyak 3 kali. Lalu setelah bermalam-malam pamannya meminta beliau untuk membacanya sebanyak sepuluh kali. Begitulah seterusnya..

(Belajar Menulis)

J.K Rowling said,
“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang  
  pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan”. ^ ^